Wednesday, 19 May 2010

Robot Pendeteksi Daging Manusia

Robot-Pendeteksi-Daging-Manusia
Sejak kronologis robot melukai manusia, para peneliti berpikir keras untuk menemukan cara yang paling ampuh untuk menghindari kejadian itu terjadi lagi. Akhirnya, mereka menemukan sebuah ide untuk menciptakan sistem khususyang akan menghentikan operasi jalannya mesin-mesin ketika mendeteksi daging manusia.

Alin Albu-Schaffer dan Gerd Hirzinger, bekerja sama untuk menciptakan sebuah robot yang mampu mendeteksi keberadaan manusia, sehingga robot tidak menyerang dan melukainya. Lengan robot ini seberat 30 kg dan panjang lebih dari 3 meter. Selain itu, juga dilengkapi dengan berbagai senjata tajam termasuk pisau untuk memotong daging, pisau dapur, gunting, dan obeng. Kedua peneliti tersebut memprogram lengan robot agar bisa menggunakan senjata, menusuk, memotong daging, dan lengan manusia dari seorang relawan. Hasilnya, robot canggih ini tidak melukai lengan manusia karena sudah mampu membedakan daging manusia dengan daging lainnya.

Tak hanya berhenti disana, kini para ilmuwan ingin mencoba mengurangi bahaya dengan sistem keamanan yang dapat mendeteksi ketika robot berhadapan dengan sesuatu yang mengancamnya. Para ilmuwan menggunakan sensor torsi untuk menggerakan dan menghentikan gerakan robot.

Pada tahun 1981, mulai bermunculan kecelakaan kerja yang disebabkan robot-robot. Salah satunya yaitu seorang pekerja Jepang yang sedang bekerja tak sengaja masuk ke mesin hidrolik yang terdapat robot. Namun, robot tersebut belum mampu mendeteksi pria berusia 37 tahun itu, kemudian robot tersebut melukainya. Kejadian tersebut menjadi kecelakaan kerja pertama yang disebabkan oleh robot. Tak lama kemudian, banyak pekerja yang menjadi korban. Bahkan terdapat kecelakaan kerja sebuah robot menuangkan aluminium cair di atas manusia. Terdapat 77 kecelakaan yang disebabkan robot di tahun lalu.

The German Aerospace Center (DLR) mengharapkan adanya robot yang telah mampu mendeteksi daging manusia, akan lebih sensitif terhadap kehadiran manusia. Sehingga pembuatan robot bisa mendukung dan mempermudah aktivitas kehidupan manusia.

Bantal Pengingat Pelajaran Sound Asleep

Bantal-Pengingat-Pelajaran-Sound-Asleep
Zaman penuh teknologi seperti sekarang ini, tidur sambil mengingat pelajaran sudah bisa dilakukan. Bantal sebagai teman tidur tak lagi untuk menyanggah kepala saat tidur saja, namun bisa membantu seseorang untuk mengingat pelajaran yang telah dipelajarinya.

Sound Asleep, begitulah nama bantal yang di dalamnya terdapat penghubung ke pemutar MP3 atau CD yang memutarkan rekaman pelajaran. Cara kerja bantal ini yaitu mengeluarkan suara dari speaker yang tertanam dalam serat bantal yang dihubungkan dengan pemutar MP3 atau CD.

Sound Asleep sangat membantu para pelajar atau mahasiswa untuk mengingat kembali materi-materi yang telah dipelajari, terutama saat mereka akan menghadapi ujian. Hal ini berdasarkan hasil studi tahun lalu yang dijelaskan bahwa ketika tidur sambil mendengarkan rekaman materi yang telah dipelajari, akan mempermudah seseorang mengingat materi tersebut. Bahkan, pemerintah AS memberikan dukungan penuh pada teknologi Sound Asleep.

Salah satu pihak yang menyatakan kontra terhadap teknologi ini yaitu Dame Marcia Twelftree, seorang konsultan pendidikan dari Inggris. Dame Marcia menilai metode Sound Asleep bukan cara yang tepat untuk menggantikan cara pembelajaran yang bersifat konvensional, meskipun teknologi ini menarik dan unik.

Selain dapat mengingat materi dari rekaman yang didengarkan saat tidur, gadget ini juga memberikan manfaat kepada orang yang mempunyai masalah gangguan tidur. Adanya Sound Asleep diharapkan mampu memberikan terapi relaksasi agar tidur menjadi lebih nyenyak agar bisa melanjutkan aktivitas di esok harinya.

Thursday, 6 May 2010

Nyamuk Suka Menghisap Darah Manusia

Nyamuk-Suka-Menghisap-Darah-Manusia
Tau Nggak,

Mengapa nyamuk suka menghisap darah manusia?
Nonanal merupakan suatu zat dengan aroma tertentu yang terdapat pada manusia. Walter Leal, seorang ahli kimia ekologi menyimpulkan bahwa nyamuk mampu mencium aroma nonanal hingga dapat menuntunnya mendapatkan sumber darah. Tak hanya pada manusia, Nonanal juga diproduksi oleh burung. Zat tersebut mengeluarkan aroma cukup kuat untuk menarik perhatian nyamuk Culex (nyamuk yang berperan sebagai vector pada beberapa penyakit).

Dalam uji coba tersebeut, Walter Leal melakukan pengukuran kadar nonanal dengan cara menyuntikkan alat seperti suntikan pada kulit lengan Leal. Setelah itu lengan Leal dibungkus dengan aluminum foil untuk mengisolasinya dari lingkungan. Setelah satu jam, ujung suntikan diinjeksikan ke dalam sebuah perangkat khusus guna melihat seberapa besar kadar nonanal yang diproduksi tubuh Leal. Hasilnya kadar nonanal dalam tubuh Leal cukup banyak. Leal melepaskan kira-kira 20 nanogram nonanal setiap jamnya dan itu termasuk cukup tinggi. Hal yang mendasari uji coba ini yaitu ketika Walter Leal menjadi sasaran nyamuk meskipun sudah melakukan berbagai pencegahan untuk menghalau gigitannya, saat berkunjung ke Meksiko dua tahun yang lalu.

Tuesday, 4 May 2010

Kecepatan Maksimal Manusia Berlari

Kecepatan-Maksimal-Manusia-Berlari
Tau Nggak,

Berapa kecepatan maksimal manusia berlari?
Sebuah artikel tentang kecepatan manusia berlari ditulis oleh Peter Weyand dari Southern Methodist University, Rosalind Sandell dan Danille Prime dari Rice University, serta Matthew Bundle dari University of Wyoming, memaparkan bahwa selama ini kecepatan manusia berlari hanya sekitar 44 km/jam. Rekor tersebut dipegang oleh Usain Bolt seorang pelari tercepat dunia di kategori lari jarak 100 meter. Namun diyakini bahwa kecepatan manusia berlari bisa mencapat 55 hingga 65 km/jam.

Penelitian dilakukan dengan menggunakan treadmill berkecepatan tinggi yang mampu membuat manusia berlari pada kecepatan maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batas kecepatan lari ditentukan oleh kemampuan kecepatan serat otot berkontraksi. Menurut Weyand, apabila seorang sprinter mampu mencapai kekuatan maksimal kontraksi otot antara 800 hingga 1.000 pound, maka secara biologis manusia mampu lebih cepat, mengingat kontraksi otot maksimal yang dilakukan manusia hanya terjadi pada satu bagian otot tungkai, sedangkan yang lainnya hanya mendukung.

Namun, para peneliti juga mengakui bahwa kecepatan manusia berlari 55 hingga 65 km/jam ini sulit terjadi.

Wednesday, 28 April 2010

Sunday, 25 April 2010